Wednesday, 6 April 2011

Ekspedisi Ranah Minang (2)

Ditengah-tengah pelukan rasa dingin yang terasa menyusup sampai ke sumsum tulang, terdengar panggilan paling merdu penggetar jiwa. Panggilan terhadap jiwa-jiwa yang terlelap untuk segera membasuh diri dan jiwa dengan usapan lembut penuh kasih-Nya. Sambil menahan dingin, saya basuh muka, tangan, sebagian kepala, telinga dan dua kaki.

Usai sholat, baca-baca buku dulu. Selang berapa menit, eh kok adzan lagi? Jangan-jangan disini adzan shubuhnya dua kali? seperti yang pernah saya alami di jepara dulu. Artinya, saya tadi sholat belum masuk waktu shubuh. Hmm... berarti harus diulang lagi nih.

Sebelum bertualang, sarapan dulu. Menu pagi itu adalah lontong pical. Isinya ketupat, mi, sayur kubis dan daun singkong lalu disiram sambal kacang, terakhir ditaburi remasan kerupuk. Sambal kacangnya seperti sambal pecel di Jawa, hanya saja kurang manis dan pedas untuk lidah saya. Tapi cukup kenyang dan lumayanlah untuk pengganjal perut di pagi hari.

Tujuan pertama saya hari itu adalah melihat ikan sakti Sungai Janiah. Disini terdapat sebuah kolam dengan ikan peliharaannya yang besar-besar. Tidak ada yang berani mengambil ikan disini. Bahkan mitosnya, kedalaman kolam ini tak terukur (mungkin karena belum pernah ada yang mengukur he...).

ikan sakti sungai janiah

Dari sini petualangan saya lanjutkan ke Lembah Harau di kabupaten yang mungkin terluas di Indonesia (hehe... cuman namanya aja kok) yaitu Kabupaten Lima Puluh Kota. Disini saya disuguhi pemandangan yang sangat menakjubkan, berupa tebing-tebing menjulang tinggi yang sangat indah dan menunjukkan sebagian kecil kebesaran-Nya. Tebing-tebing ini seperti menyeruak dari dalam bumi menyisakan sedikit ruang bagi manusia untuk tinggal di sela-selanya.

Lembah harau Kabupaten Lima Puluh Kota

Dari beberapa tebing ini, mengalir beberapa air terjun. Walaupun tidak terlalu deras dan besar seperti air terjun di malang, tapi cukup menyegarkan untuk dinikmati di tengah-tengah cengkeraman tebing-tebing nan perkasa ini.


Siang itu di sana

Monday, 4 April 2011

Ekspedisi Ranah Minang (1)

Alhamdulillah, akhir maret kemarin akhirnya saya bisa menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di Padang Sumatera Barat. Berangkat dari bandara Soekarno Hatta sempat diguyur hujan yang cukup deras lalu delay pesawat sampai 1,5 jam, tapi syukurlah perjalanan sore itu berjalan lancar.

Sekitar pukul tujuh malam, pesawat mendarat di bandara Minangkabau Padang. Sambil menunggu teman yang akan menjemput, sholat maghrib dulu. Bersimpuh menyebut nama-Nya atas segala nikmat yang dikaruniakan kepada hamba-Nya yang lemah ini.

Tiga puluh menit duduk di sudut bandara, serasa terlempar ke negeri antah berantah. Suara-suara aneh dan asing masuk menggedor-gedor gendang telinga ini. Mata pun menyisir dari dari kiri ke kanan, berusaha beradaptasi dengan situasi yang benar-benar baru ini. Akhirnya terdengar suara yang tak asing memanggil nama saya, Alhamdulillah teman saya datang.

Kami pun segera menuju Bukit tinggi, tempat teman saya tinggal, dengan mengendarai sepeda motor membelah malam bumi ranah minang. Teman ini sebenarnya arema (arek malang) yang merantau disini. Perjalanan yang harus kami tempuh sekitar 90 km, sempat beberapa kali berhenti untuk mengisi bahan bakar motor dan juga untuk kami berdua, serta minum kopi jahe sebentar untuk menghilangkan rasa kantuk dan juga menghangatkan tubuh.

Akhirnya sekitar pukul 00.20 WIB kami pun sampai di rumah kontrakan teman saya ini. Kesan pertama di Bukit tinggi "dingiiiin...!". Bahkan lebih dingin dari rumah saya di Malang. Dinginnya air juga terasa langsung menusuk ke tulang. Setelah sholat Isya' kami pun segera beristirahat, mengumpulkan stamina buat kegiatan seru esok.

Sunday, 20 March 2011

Fenomena Supermoon di Sudut Jakarta

Beberapa hari ini kita dihebohkan dengan akan datangnya fenomena supermoon di langit bumi ini. Fenomena supermoon atau "lunar perigee" adalah fenomena dimana bulan berada pada posisi terdekat dengan bumi. Akibatnya bulan akan nampak lebih besar daripada bulan purnama yang terlihat biasanya.


sumber disini

Untuk wilayah Indonesia, peristiwa ini terjadi pada tanggal 20 Maret 2011 dini hari. Bulan hanya berjarak 221.567 mil atau 356.578 km dari bumi. Bulan akan terlihat 7 % lebih besar dari biasanya. Namun perbedaan itu akan tampak jelas bila dilihatnya menggunakan teleskop.

Supermoon menjadi semakin heboh setelah pemberitaan di media memberitakannya dengan gaya khas mereka masing-masing yang cenderung sama sih sebenarnya. Saya pun terkena imbasnya. Penasaran ingin tahu seperti apa fenomena alam yang katanya hanya akan terjadi 18 tahun sekali itu.

Niat yang menggebu ingin melihat supermoon membuat saya bertekad akan begadang. Tapi apa daya, baru jam 22.00 WIB saya sudah tertidur di depan televisi. Untung sekali sekitar jam 00.35 WIB saya terbangun. Dengan berbekal kamera poket kesayangan, saya pun keluar kamar dan mencari-cari fenomena yang ditunggu jutaan orang ini. Beruntung sekali langit sangat cerah, dan bulan purnama bersinar dengan sangat terangnya memamerkan keindahan ciptaan-Nya. Dari salah satu sudut jakarta saya abadikan fenomena 18 tahun sekali ini.


supermoon dari sudut jakarta